Apa itu pH?

posted in: Artikel | 0
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.[1]

Konsep pH pertama kali diperkenalkan oleh kimiawan Denmark Søren Peder Lauritz Sørensen pada tahun 1909. Tidaklah diketahui dengan pasti makna singkatan “p” pada “pH”. Beberapa rujukan mengisyaratkan bahwa p berasal dari singkatan untuk powerp[2] (pangkat), yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman Potenz (yang juga berarti pangkat)[3], dan ada pula yang merujuk pada kata potential. Jens Norby mempublikasikan sebuah karya ilmiah pada tahun 2000 yang berargumen bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti “logaritma negatif”[4].

Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia, biologi, kedokteran, pertanian, ilmu pangan, rekayasa (keteknikan), dan oseanografi. Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah.

ph chartPengaruh pH terhadap air adalah sangat besar, terutama untuk usaha air minum.
jika pH air terlalu rendah akan berasa pahit /asam, sedangkan jika terlalu tinggi maka air akan berasa tidak enak (kental/licin).
Untuk ikan hias pH yang terlalu rendah atau tinggi akan menyebabkan ikan tersebut mati.
pH Tubuh manusia adalah 7. Banyak ahli Kesehatan mengatakan bahwa tubuh yang ber Alkali dapat mencegah berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk sel-sel kanker, yang dapat terbentuk dengan mudah dalam tubuh yang bersifat Asam.

pH MiracleSebab salah satu fungsi air adalah mendorong racun keluar dari dalam tubuh, sehingga Departemen Kesehatan merekomendasikan untuk pH air
yang dikonsumsi adalah berkisar antara 7 – 8,5, Jika kita minum air dengan pH di bawah 6,5 itu adalah air yang sifatnya asam,
dan hal itu adalah sangat kurang baik bagi tubuh kita. Beberapa gejala yang biasanya terjadi jika darah kita bersifat Asam, yaitu Gangguan pencernaan, mudah lelah, rasa sakit pada sendi.

Baru-baru ini ditemukan bahwa betapa pentingnya keseimbangan pH dalam tubuh. Pada kenyataannya, tubuh manusia harus lebih basa daripada asam.
Gaya hidup masyarakat modern yang banyak mengkonsumsi makanan siap saji dan banyak mengandung asam adalah penyebab kondisi tubuh kita menjadi asam.
Pola makan yang sehat adalah makanan yg komposisinya terdiri dari 20% ber-Acid( Daging, ikan, Telur dll ) dan 80% ber-Alkali( Sayur & buah-2an ).
Namun faktanya sering berlawanan, dalam kehidupan sehari-hari justru sebaliknya yang kita makan adalah 80% ber-Acid ( Nasi & lauk ) sedangkan yang ber-Alkali (Sayur dan buah)hanya 20% saja.Pola makan yang tidak sehat ini, bila berlangsung bertahun-tahun akan membuat pH darah cenderung ke arah asam dan bila pH darah sudah menjadi asam maka darah menjadi kental, efek darah yang mengental inilah yang menyebabkan menumpuknya berbagai Toxin (Racun) mengendap serta membuat pompa darah (jantung) kerjanya menjadi lebih berat sehingga berpotensi munculnya berbagai penyakit diantaranya : Stroke, Kolesterol, DarahTinggi, Diabetes, Gagal ginjal, Tumor, Kanker dll.

Selain dari pola makan yang salah, air yang anda minum juga mempengaruhi keasaman tubuh anda. Karena disadari / tidak,-air yang kita minum itu sebenarnya terbagi menjadi 2 jenis :air hidup dan air mati.

  1. Air Mati Adalah air yang tidak memiliki kadar alkalin dan tidak hexagonal, seperti : Minuman RINGAN: Air Suling yang dicampur dengan kafein, gula, acid fosforik, acid benzoik, Air Masak, Air terjemur sinar Matahari dll.
  2. Air Hidup, adalah air yang memberikan kehidupan karena memiliki kandungan oksigen, seperti : air sumur, air Gunung, air salju dan air dari mata air
    (yang tidak dimasak atau mengalami proses pemanasan). Air Hidup memiliki kandungan seperti ; air mineral dan air alkaline.

Air hidup beresonansi dengan getaran energi tubuh Anda. Bila Anda minum air hidup, itu menguatkan, menjiwai dan mengabadikan gaya hidup Anda sendiri. Sedangkan bila Minum air mati akan memiliki efek merugikan karena tubuh harus mengeluarkan energi yang sangat berharga “menyalakannya” dan memberikan energi sebelum dapat digunakan untuk fungsi tubuh. Air hidup menawarkan banyak oksigen yang tersedia bagi sel-sel Anda.

Apa akibatnya jika tubuh terlalu asam?
Jika ph di bawah 7 maka itu artinya tubuh terlalu asam. Ini sangat berbahaya karena tubuh tidak bisa menolerir ketidakseimbangan asam dalam waktu lama. Jika pH terlalu rendah itu artinya terjadi penumpukan karbondioksida dalam darah. Karbondioksida yang tinggi akan membuat pernafasan jadi sulit. Asam yang tinggi juga memungkinkan kolesterol buruk atau LDL (Low Density Lipoprotein) menumpuk cepat dalam arteri yang merusak dinding pembuluh darah dan menciptakan penumpukan plak.

Orang yang memiliki tubuh terlalu asam lebih gampang terkena bakteri atau virus. Asal tahu saja, sel kanker lebih mudah berkembang jika tubuh dalam kondisi asam yang berlebihan.Ternyata Usus Buntu Berguna bagi Sistem Kekebalan Tubuh

FAKTA DAN KEBENARANNYA
kalau anda sakit, maka dokter menyarankan anda minum dan konsumsi banyak sayur dan buah.. kenapa?
karena orang sakit akibat pH air dalam tubuh terlalu asam, maka harus dinetralkan dengan pH alkali atau pH basah (buah, sayur2an